UNM Latih Masyarakat Inovasi Teknologi Cocok Tanam

Suasana Diseminasi Inovasi teknologi bercocok tanam Lembaga Penelitian UNM, Minggu (21/10/2018)

KHITTAH.CO, JENEPONTO – Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar acara diseminasi inovasi teknologi teknik bercocok tanam. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sabtu-Minggu (20-21/10/2018). Inovasi cocok tanam yang diajarkan yaitu, hidroponik, vertikultur, dan pembuatan pupuk organik cair.

Dalam kegiatan ini, Lembaga Penelitian UNM dipimpin langsung Ketua Lembaga Prof Usman Mulbar. Ia didampingi dua orang anggota, yaitu Dr. Bakhriani A. Rauf dan Dr Arsad Bahri.

Prof Usman menjelaskan bahwa kondisi tanah di Kabupaten Jeneponto secara umum adalah tanah yang keras dan tandus sehingga kurang cocok untuk bercocok tanam sayur-mayur. “Hal ini juga yang menjadi kendala utama masyarakat tidak bisa memenuhi sendiri kebutuhan keluarga akan pangan sayur-mayur dengan bercocok tanam di halaman. Masyarakat kurang memiliki pengetahuan baru tentang pembudidayaan tanaman untuk meningkatkan taraf kesejahteraannya,” ungkap dosen FMIPA UNM ini.

Selama ini, sambung Prof Usman, telah banyak produk teknologi hasil penelitian pada perguruan tinggi yang belum didiseminasikan ke masyarakat termasuk di antaranya adalah teknik bercocok tanam hidroponik, vertikultur, dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari sampah, limbah tumah tangga, dan dedaunan.

“Teknik bercocok tanam hidroponik, vertikultur, dan pembuatan POC merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Jurusan Biologi FMIPA UNM,” jelasnya.

Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, diberikan materi yang bersifat wawasan/teori, sedangkan hari kedua, peserta dibimbing langsung untuk mempraktikkan cara bercocok tanam hidroponik, vertikultur, dan pembuatan pupuk organik cair.

Sekitar seratus orang peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan-kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan di masa-masa yang akan datang. “Acara semacam ini dapat membuat masyarakat dapat menerapkan hasil-hasil penelitian perguruan tinggi, “ ungkap Muazakkir, salah seorang peserta.