Wow! SMP Muhammadiyah PK Terima 11 Kunjungan Selama Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah

Peserta Penggembira Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah berkunjung ke SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Surakarta pada Jumat, Minggu, dan Senin, 18, 20, 21 November 2022.

Dalam hal ini, penggembira tidak hanya menginap, tetapi juga melakukan studi banding. Pengunjung berasal dari berbagai daerah dan luar negeri.

Pada kesempatan itu, Aryanto selaku Hubungan Masyarakat (Humas) sekolah mengungkapkan bahwa penginap berjumlah kurang lebih 230 orang.

“Mereka berasal dari PWA NTT, PRA Lamongan, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Lampung, SMP Muhammadiyah 1 Jambi, Muhammadiyah Pekalongan, dan PCIM Malaysia,” ungkap dia.

Ia menyatakan bahwa sekolah menerima tamu studi banding sebanyak 61 guru pada Jumat, 18 November 2022. “Pagi hari, dari Badan Kerjasama Sekolah (BKS) MGMMP Seni Budaya, PPKN, Bahasa Jawa dari SMP Muhammadiyah Daerah Sleman datang,” kata Aryanto.

Pada kesempatan itu, Aryanto mengungkapkan bahwa sekolah menerima studi banding 15 guru pada siang hari. 

“Meraka dari SMP Muhammadiyah 1 Jambi. Ia datang di hari Minggu. Bahkan ada pengurus PCIM Malaysia. Mereka berdiskusi dan sharing dengan pimpinan sekolah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat 4 lembaga yang melakukan studi banding pada Senin, 21 November 2022.

“Antara lain, SMP, Mts, SMK, MA Muhammadiyah Sulawesi Selatan, SMP Muhammadiyah Palangkaraya, Pimpinan Daerah Aisyiyah Aceh Singkil, dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir dan PCIA Mesir,” kata Aryanto.

Dalam kunjungan itu, ia bersyukur atas kehadiran para pengunjung. “Alhamdulillah selama 5 hari ini, mulai dari Kamis hingga Senin, sekolah menerima banyak tamu penggembira. Ada yang menginap dan, ada juga yang melakukan studi banding,” ucap dia.

Kemudian, Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) ini mengungkapkan bahwa total pengunjung dari lembaga amal usaha Muhammadiyah (AUM) sebanyak 11 rombongan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada para peserta penggembira,” ungkap Aryanto kepada media.

Aryanto menambahkan bahwa momentum muktamar Muhammadiyah ‘Aisyiyah 48 ini dimanfaatkan untuk merajut ukhuwah dan diskusi.

“Kami sharing tentang pengembangan sekolah Muhammadiyah berkemajuan. Jumat pagi guru dan karyawan SMP Muhammadiyah PK mendapatkan suntikan motivasi dari Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Lampung yang dipimpin ustaz Ali Musyafa,” ungkap dia.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Muhdiyatmoko selaku kepala sekolah memberikan motivasi kepada guru dari SMP Muhammadiyah Metro Lampung di sekolah.

Sementara itu, Nurdin selaku Rektor Univesitas Muhammadiyah Jambi mengaku senang bekunjung ke SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta.

“Sekolah ini hebat dan patut dicontoh. Hal itu karena banyak hal yang bisa dipelajari dan diambil manfaat dari sekolah ini. Kunjungan seperti ini dapat memberi kita pelajaran untuk melakukan perbaikan pengelolaan sekolah di daerah,” kata Nurdin.

Ia mengatakan bahwa untuk menyamai sekolah ini agak berat, karena kemajuannya sangat pesat.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah serta para guru di sini. Kami disambut dengan sangat baik. Semoga silaturahim ini tetap terjaga,” ujar Rektor ini.

Senada dengan hal itu, Sarmadan selaku Ketua PDM Kota Jambi mengapresiasi perkembangan SMP Muhammadiyah PK.

“Kami bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi fisik sekolah ini. Saya pikir sekolah ini sangat bagus dan layak dicontoh. Suatu saat nanti, kami akan melaksanakan studi banding sebagai perbandingan kemajuan sekolah. Harapan kami, semoga sekolah ini tetap maju dan bisa membanggakan Muhammadiyah ke depan,” jelas Doktor ini.

Di sisi lain, Muhdiyatmoko selaku Kepala SMP Muhammadiyah PK mengungkapkan bahwa memuliakan tamu itu wajib.

“Kami berusaha memberikan kesan yang akan diingat selalu. Salah satunya dengan menggelar konser musik pada Jumat malam. Peserta penggembira diajak untuk bergembira dan bernyanyi bersama-sama,” kata Muhdiyatmoko bersimpul senyum.

Pada kesempatan itu, ia menambahkan bahwa panitia menyiapkan penyambutan.

“Konsumsi 3 kali sehari.  Menu yang kami sajikan pun bervariatif. Adapun fasilitas yang kami berikan di ruang kelas sebagai tempat istirahat semoga layak untuk pengunjung. Alhamdulillah, ada kasur, bantal, tikar, dan pendingin ruangan,” tutup Muhdiyatmoko.